News



Kopertis: Kompetensi Lulusan IBBI Medan Diterima baik di Dunia Kerja


Koordinator Kopertis Wilayah I Prof. Drs. Dian Armanto,M.Pd,MA,MSc.,PhD yang diwakili Sekretaris Pelaksana (Sekpel) Dr.Mahyuni MHum, mengatakan bahwa sesuai hasil Tracer Study yang dilaporkan Ketua STIE IBBI Medan Prof.Dr.Amrin Fauzi, dimana alumni tahun 2015 sudah 87 persen alumni bekerja, merupakan indikasi bahwa kurikulum yang diimplementasikan STIE IBBI Medan sudah berbasis pasar. Artinya kompetensi lulusannya dapat diterima di dunia kerja dengan baik, karena skill yang diperoleh tidak jauh dengan tuntutan industri.

Demikian dikemukakan Dr. Mahyuni MHum ketika memberikan sambutan pada acara Wisuda STIE IBBI Medan, Kamis (23/11). Menurutnya, meski demikian, manajemen STIE IBBI Medan harus tetap proaktif menciptakan perkuliahan yang kondusif, memberdayakan pendidikan karakter, meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian, memelihara kebebasan mimbar kampus yang berkelanjutan, mengembangkan SDM baik secara formal maupun non formal, serta tetap melakukan update data lewat Forlap IBBI.”Kami minta supaya STIE/STMIK IBBI Medan  mampu merebut kepercayaan masyarakat, tidak hanya masyarakat Sumut, tapi juga dari luar Sumut bahkan dari luar negeri sekalipun”,tambahnya.

Sebelumnya Prof.Dr.Amrin Fauzi memuji PJKK STIE IBBI Medan yang akhir-akhir ini meraih sejumlah prestasi skala nasional, termasuk memperoleh hiba melakukan survey Tracer Study. Menurutnya, Tracer Study yang dilakukan PJKK STIE IBBI Medan sebagai hibah Kemenristekdikti, bahwa alumni STIE IBBI tahun 2015 sebanyak 87 persen sudah bekerja, sisanya 23 persen dengan alasan melanjut ke jenjang studi yang lebih tinggi,menikah, menjadi ibu rumah tangga dan memiliki kegiatan lain.

Ia menambahkan, masa tunggu alumni STIE IBBI Medan untuk mendapatkan pekerjaan tergolong singkat, dimana hasil survey tersebut menunjukkan 52 persen masa tunggu 1 s/d 4 bulan, 26 persen masa tunggu 5 s/d 8 bulan, 6 persen masa tunggu 9 s/d 12 bulan, 16 persen masa tunggu lebih dari setahun. Bidang pekerjaan yang digeluti alumni 73 persen bekerja di swasta, 18 persen jadi wiraswasta, 6 persen PNS/BUMN, 2 persen pekerjaan lain, 1 persen di organisasi nirlaba.Umumnya keeratan hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan bagi alumni STIE IBBI berada pada kisaran 78 persen.

Ia menegaskan, erasa teknologi saat ini alumni tidak bisa lagi hanya mengandalkan IQ, EQ dan SQ, tapi juga harus mampu mengubah tantangan menjadi peluang lewat kompetensi dorongan dari keteritan hidup. “Dorongan untuk tidak mau hidup susah lagi bisa mengubah nasib seseorang. Seperti semangat yang ditunjukkan Mao Se Tung. Kemampuyan IQ dibarengi EQ dan SQ yang bagus sebenarnya sudah bagus, tapi karena persaingan era saat ini sudah sangat tinggi, maka kompetensi menggunakan kegetiran hidup jadi pendorong semangat juga sangat bagus”,ujarnya, sebelum melantik 360 lulusan Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi.

Ir. B. Ricson Simarmata,MSEE,IPM, Ketua STMIK IBBI dalam sambutannya mengatakan bahwa STMIK IBBI pada tahun 2017 menempati posisi 386 dari 3244 Perguruan Tinggi di Indonesia dan peringkat ke-7 untuk Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara sesuai data pemeringkatan di ristekdikti. STMIK IBBI juga senantiasa berupaya utntuk menjalin kerjasa dengan perusahaan internasional di bidang teknologi informasi. Pada Tahun 2017 STMIK IBBI telah menjalin kerjasama dengan Oracle Academy untuk penerapan kurikulum dan mata kuliah berstandar internasional dan juga sertifikasi internasional bagi mahasiswa STMIK IBBI.

Pengembangan keahlian dosen juga menjadi perhatian serius dari STMIK IBBI dengan dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan IBBI. Pada tahun 2017 telah terdapat 5 (lima) dosen STMIK IBBI atas nama Sukiman, Hartono, Susi Japit, Yeni Risyani dan Tiarma Simanihuruk yang telah mendapatkan serifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dan hal ini menunukkan bahwa keahlian para dosen STMIK IBBI telah diakui oleh persatuan Insinyur Indonesia (PII) ujarnya sebelum melantik 108 lulusan Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Teknik Informatika.

Mewakili wisudawan/ti, Roland Edgar P Sitompul menyampaikan terimakasih pada STIE IBBI yang sudah mendidik mereka selama 4 tahun. “Kampus ini sangat menyenangkan, dosennya dengan tulus memberikan bimbingan, memberikan kesempatan studi banding ke manca negara kepada mahasiswa yang berprestasi. Saya sendiri sudah mengalaminya, saya sudah 3 kali ikut studi banding ke luar negeri, yaitu Korea Selatan, Bangkok dan Malaysia. Jadi kampus ini sangat tepat bagi mahasiswa untuk belajar”,ujarnya.

Ketua Pengurus Yayasan Institut Bina Bisnis (IBBI) Medan, Amrin Susilo Halim meminta alumni memiliki 4 aspek, yaitu aspek disiplin dan waktu, kemudian aspek tanggung jawab dan aspek profesionalisme serta loyalitas dan kesungguhan dalam membangun kultur perusahaan. “Ketika anda bekerja dimana saja, berlatihlah disiplin dan menghargai waktu, harus berani menghadapi konsekuensi perbuatan (bertanggung jawab), mampu menjalani kultur perusahaan/organisasi yang dimasuki. Jangan membawa dan memaksakan budaya kita kepada perusahaan/organisasi, jadi kita harus menyesuaikan diri dengan kultur perusahaan”,jelasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan IBBI Medan, Juswan, meminta alumni berterimakasih kepada orangtua. “Orangtua tidak main hitung-hitungan setelah anda diwisuda, uang makan sekian, beli buku sekian, dan ketika anda bekerja tidak akan ditagih atau minta bayar. Orangtua hanya berharap, selepas wisuda anda bisa sukses, mandiri, tidak terlibat narkoba. Gunakan kekuatan semua pihak untuk membangun kesuksesanmu”,ujarnya.

Yayasan Pendidikan IBBI Medan memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi per angkatan menurut program studi yang ada. Pemberian penghargaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi agar mahasiswa berlomba meningkatkan prestasi masing-masing, baik Strata 1 STIE IBBI Program Studi Manajemen dan Akuntansi maupun STMIK IBBI Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika.  Wisudawan/wati Program Studi S1 Manajemen yang berprestasi; Rangking 1 Rafiqah Fazdillah (alumni SMA Negeri 5 Medan) IPK 4,0, Rangking 2 Chynthya Univa (alumni SMA Ir. Djuanda Tebing Tinggi) IPK 3,92, Rangking 3 Shely Sintia IPK 3,92 (alumni SMA Sultan Iskandar Muda Medan), dan Juara Umum Hermato Sipayung (alumni SMK Negeri 1 Pematang Siantar) IPK 3,83.

Wisudawan/wati Program Studi S1 Akuntansi yang berprestasi; Rangking 1 Frenti Novika Br Sembiring (alumni SMA Bersama Berastagi) IPK 4,0, Rangking 2 Acen (alumni SMK Teladan Medan) IPK 4,00, Rangking 3 Karina (alumni SMA Tri Ratna Sibolga). Juara Umum Frenti Novika Br Sembiring (alumni SMA Bersama Berastagi) IPK 4,0.

Wisudawan/wati Program Studi S1 Sistem Informasi yang berprestasi; Rangking 1 Tumpal Dick Utomo Tampubolon (alumni SMA Negeri 2 Tarutung) IPK 4,0, Rangking 2 Andry Sahputra (SMA Negeri 3 Medan) IPK 4,0, Rangking 3 Sarah Sri Martina Sinaga (alumni  SMK Negeri 9 Medan) IPK 4,0. Juara Umum Annissa (alumni SMA Ir. Djuanda Tebing Tinggi) IPK 3,86.

Wisudawan/wati Program Studi S1 Teknik Informatika yang berprestasi; Rangking 1 M Fajar Zain (alumni SMK Negeri 9 Medan) IPK 3,80, Rangking 2 Mario Valentino (alumni SMK Malaka Jakarta) IPK 3,80, Rangking 3 Desi Natalia (alumni SMA RK Deli Murni Sibolangit) IPK 3,70. Juara Umum Desi Natalia (alumni SMK RK Deli Murni Sibolangit) IPK 3,86.

Juara Umum diberikan Liontin Emas yang berlogo IBBI, penghargaan langsung diberikan Ketua Pengurus Yayasan IBBI Medan, Amrin Susilo Halim, didampingi Pembina Yayasan Juswan dan Ketua STIE IBBI Medan, Prof.Dr.Amrin Fauzi, Ketua STMIK IBBI Medan, Ir. B. Ricson Simarmata,MSEE,IPM pada acara Wisuda Sarjana, Kamis (23/11). Mahasiswa berprestasi yang menerima penghargaan juga didampingi orangtua atau wali.



« Back to News