News



Mahasiswa STMIK IBBI ikuti Workshop Road to Republic of IoT 2018


Peserta yang notabenenya adalah mahasiswa dari beberapa kampus di Medan antusias mengikuti Workshop Road to Republic of Internet of Things (IoT) 2018. Workshop ini dilaksanakan di Aula Kampus Diamond STIE-STMIK IBBI pada Sabtu, 21 April 2018. “Workshop ini merupakan pertama kalinya di Medan,” ungkap Hubungan Masyarakat Maestro Claudia Veronica Blandine, Sabtu (21/04)”.

Dalam arahannya, Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK IBBI Sukiman, S.T., M.T. ajak seluruh  peserta workshop Road to Republic of Internet of Things 2018 untuk mengikuti arus perkembangan zaman saat ini. Sebab, Indonesia harus mengejar ketertinggalannya dalam menghadapi revolusi industri ke-empat atau biasa disebut revolusi digital. ”Kawula mudalah yang lahir pada generasi Z diharapkan mampu membuat banyak penemuan baru dalam memajukan Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perancangan Infrastruktur dan Informatika Kominfo, Pahotan Sitorus menjelaskan bahwa IoT sendiri baru masuk dan berkembang di Indonesia. Kehadiran peserta pada seminar ini merupakan generasi yang hidup di era revolusi industri ke-empat. Jadi, banyak peluang terbuka bagi kaum muda generasi sekarang menciptakan sesuatu yang baru. “Tidak menutup kemungkinan kalau Indonesia bisa menjadi Digital of Asia,” ungkapnya.

Materi yang disuguhkan pada workshop ini merupakan implementasi sederhana dari isi seminar sehari sebelumnya. “Kalau seminar kemarin hanya pemaparan saja, kalau hari ini langsung praktiknya,” papar Albert Suwandhi, S.T., M.TI. selaku pemateri workshop dan Dosen Tetap STMIK IBBI.

Mahasiswa dari STMIK IBBI, Sarah Caesarina Sirait yang mengikuti workshop sepakat dengan hal tersebut. Menurutnya ia sangat jarang menemukan jenis workshop seperti ini. Selain mendapatkan  ilmu dari pemaparan saat seminar, dirinya bisa terjun langsung dalam melakukan praktik. “Seru aja mengikutinya, mumpung ada pemandu yang memang ahli dan paham dibidang IoT ini,” tandasnya.

Senada dengan Sarah, Mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara Andrew Wijaya mengungkapkan hal yang sama. Sebelumnya ia hanya mendengarkan saja perihal IoT, tidak secara langsung mencoba menggunakannya. “Saya berhasil merakit Board yang menjadi challange pada workshop ini,” ungkapnya.

Demikian juga dengan mahasiswa dari Universitas Islam negeri Sumatera Utara, Rahmat Susilo. Ia mengikuti workshop ini agar membuka wawasan seputar IoT. “Semoga nantinya saya bisa membuat penemuan yang bisa membantu diri saya atau masyarakat dalam mengikuti era digital ekonomi saat ini,” tuturnya.

Pada Workshop kali ini diisi bahasan mengenai coding dan IoT secara sederhana, dan edukasi tentang marketplace IoT. Edward berharap bahwa ilmu yang telah mereka diterima bisa berguna dan konsisten untuk dikembangkan. Sebanyak delapan puluh peserta mengikuti workshop yang diadakan oleh Maestro bekerja sama dengan kominfo serta STMIK IBBI dalam pelaksanaannya di Medan. Pemateri dalam workshop  adalah Albert Suwandhi dan Hisyam Kamil dan dibantu Bintang Thunder yang ahli dalam bidang IoT.



« Back to News