News



Dwi Ratnasari Putri, Kembangkan Diri dengan Aktif Berorganisasi


Oleh: Shella Rafiqah Ully

Dwi Ratnasari Putri, mahasiswa STIE IBBI semester delapan ini punya segudang pengalaman berorganisasi. Februari lalu ia baru saja dilantik menjadi Sekretaris Jenderal PC HIKMAHBUDDHI Medan, sebuah organisasi yang mewadahi mahasiswa Buddhis di Indonesia khususnya Kota Medan mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat Indonesia.

Putri bilang dirinya sudah mulai aktif berorganisasi sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Usai lulus sekolah ia bergabung di organisasi Persaudaraan Muda-Mudi Vihara Avalokitesvara (PMVA) Sibolga, di sana ia jadi anggota bidang media komunikasi PMVA Sibolga. Saat jadi mahasiswa di IBBI, ia kembali kembangkan dirinya dengan aktif di berbagai organisasi internal IBBI. Selain pernah menjadi sekretaris KMB IBBI ia juga salah satu anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntasi (HMJA) IBBI. Di luar organisasi internal kampus, Putri adalah anggota Sekber Persaudaraan Muda Mudi Vihara Buddhayana Indonesia (PMVBI) bidang DPD Ikatan Pembina Gelanggang Anak Buddhis Indonesia (IPGABI).

Menurutnya dengan terus aktif berorganisasi ia dapat begitu banyak hal positif berupa keterampilan, pengetahuan serta memabantunya menumbuhkan rasa percaya diri. Ini juga melatih jiwa kepemimpinan serta membangkitkan rasa sosialnya. Pun, dengan turut aktif berkegiatan ada banyak sekali pelajaran yang yang bisa diserap, “dari satu kegiatan ke kegiatan lain banyak sekali hal-hal yang membuatnya tak berjalan mulus namun semuanya adalah dorongan pembelajaran untuk kedepannya,” terang mahasiswa yang tengah sibuk merampungkan skripsinya ini.

Sebagai mahasiswa yang cukup aktif, terkadang ia juga menemukan kendala kala menyesuaikan waktu untuk berorganisasi dan belajar di kampus. Apalagi dirinya juga bekerja seraya kuliah. Pernah sekali waktu dirinya dihadapkan pada situasi saat ketiga kegiatannya berbenturan. Solusinya, ia pilih kegiatan yang menurutnya paling penting. Misal jika di organisasinya sedang ada kegiatan penting dan ia tak dapat hadir, maka akan ia alihkan kepada yang bisa menggantikan. “Tapi yaa, untuk sejauh ini belum ada kendala waktu yang serius. Paling hanya harus mengorbankan waktu istirahat untuk dipakai persiapan kala ada kegiatan organisasi,” begitu ujarnya.



« Back to News