News



Prof Ferisman: Artikel Ilmiah Baru Sah Kalau Diterbitkan


Oleh: Fredick Ginting

Tidak ada cerita sebuah penelitian kalau tidak diterbitkan atau di-publish. Sebuah penelitian disebut artikel ilmiah bila artikel tersebut telah diterbitkan dalam jurnal. Kalau hanya dikirim saja pada editor jurnal, penelitian tersebut namanya masih paper atau makalah. Demikian disampaikan Prof Dr Ir Ferisman Tindaon saat memberi materi tentang “Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional Bereputasi” kepada para dosen di STIE IBBI, Jumat (19/1) di Aula Kampus Diamond STIE IBBI.

“Suatu penelitian ilmiah belum dikatakan lengkap jika belum dipublikasikan dan dipahami orang lain. Artikel ilmiah adalah suatu laporan yang dipublikasikan menjelaskan hasil penelitian yang originial,” jelas Prof Ferisman. Sebelum mengirim hasil penelitian kepada sebuah jurnal, Prof Ferisman menjelaskan ada beberapa aspek penting yang harus di-review. Aspek-aspek tersebut adalah originality atau keaslian, novelty atau ada kontribusi baru terhadap ilmu pengetahuan, dan ketepatan metodologi yang digunakan dalam penelitian.

Lebih lanjut, Prof Ferisman mengungkapkan kualitas artikel ilmiah yang akan dimuat dalam jurnal pun harus dikaji terlebih dahulu oleh ahlinya. “Layak atau tidak sebelum dipublikasikan,” lanjutnya. Dalam kegiatan ini, Prof Ferisman menekankan bahwa menulis artikel ilmiah tersebut adalah sederhana. Ia mengibaratkan si penulis berbicara tentang membuat makanan tertentu, apa isinya, bagaimana memasaknya dan bagaimana menyajikannya.

Kegiatan yang diikuti oleh para dosen di STIE IBBI ini berlangsung cukup aktif. Sejumlah dosen beberapa kali bertanya dan berdiskusi dengan pemateri terkait dengan sejumlah hal tentang publikasi artikel ilmiah.

 



« Back to News