News



STIE IBBI Adakan Sarasehan Program Belajar Bekerja Terpadu


Tahun 2016 ini STIE IBBI berhasil mendapat hibah dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi dalam bentuk Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) atau Cooperative Academic Education Program (COOP). PBBT ini berlangsung selama 3 bulan mulai 17 Oktober hingga 17 Desember 2016 lalu. Oleh karena itu, STIE IBBI melaksanakan sarasehan yang membahas tentang PBBT ini di Aula Kampus Diamond IBBI, Rabu (21/12). Kegiatan ini diadakan dalam rangka meningkatkan kompetensi wirausaha mahasiswa STIE IBBI.

Dalam PBBT tersebut, STIE IBBI mengirimkan 10 mahasiswinya untuk bekerja sekaligus bekerja di 3 Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat (UMKM). Ketua PJKK STIE IBBI Boy Fadly, SE, M.Ak menyampaikan ketiga UMKM tersebut berasal dari Binjai, Langkat, dan Medan. Dalam sarasehan ini, STIE IBBI mengudang langsung ketiganya untuk membagi pengalaman kepada mahasiswa-mahasiswi STIE IBBI. Dari Binjai ada Syamsul Bahri, pengusaha tahu krispi. Sementara dari Langkat, ada Khaidir seorang pengrajin gerabah dan dari Medan ada Aradi seorang pengrajin handicraft. 

Boy mengungkapkan program PBBT ini diadakan dengan harapan kampus bisa memberi sesuatu kepada perusahaan. “Sementara mahasiswa juga dapat belajar tentang wirausahanya,” jelasnya. Boy berharap lewat acara sarasehan ini pengusaha dan mahasiswa bisa berbagi langsung soal pengalaman dalam berusaha. “Mudah-mudahan bisa juga jadi sumber ide untuk dosen dalam pengembangan kuliah dan kewirausahaannya,” tambahnya.

Dalam sarasehan ini, para pengusaha dari UMKM tersebut mengungkapkan bahwa kerja sama dengan kampus ini sangat membantu dalam pengembangan usaha mereka. Khaidir mengungkapkan mahasiswi yang ikut bersamanya banyak membantu dalam hal manajemen pemasaran dengan menggunakan teknologi. Demikian pula disampaikan Aradi, menurutnya pengusaha memang membutuhkan pendampingan dari kampus. Ia mencontohkan, sebelumnya ia agak kesulitan dalam hal pembukuan. “Setelah mahasiswa membantu, sistem pembukuan jadi lebih baik. Kalau usaha mikro mau naik ke usaha kecil, sistem harus berubah,” ujarnya.

Frenti Novita Sembiring, salah satu mahasiswi peserta PBBT menceritakan ia membuat laporan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan laporan keuangan lewat aplikasi MYOBB. Sementara Acun, mahasiswi lainnya, menceritakan pengalamannya soal ikut berdagang langsung ke pasar-pasar tradisional dalam memasarkan produk UMKM yang diikutinya. Soal program ini, Frenti berujar “Ini pengalaman sangat penting dan berharga bagi kami.”

Boy mengatakan UMKM adalah laboratorium hidup bagi mahasiswa-mahasiswinya. “Kami belajar dari situ,” tegasnya. Oleh karena itu, ia berharap tahun depan tetap dapat melanjutkan program ini dan semakin banyak mahasiswa-mahasiswi yang berpartisipasi. Sementara perwakilan Kopertis wilayah Sumatera Utara Drs Sulhan Lubis yang turut hadir dalam kegiatan ini turut mengapresiasi program ini.

“COOP memberi pembelajaran untuk mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu di lapangan. Juga menjadikan mahasiswa siap jadi tenaga profesional. Ini sebagai role model untuk yang belum ikut untuk mengikuti jejak kakak-kakaknya,” ujar Sulhan.

Kegiatan ini turut dihadiri ratusan mahasiswa-mahasiswi dari jurusan Akuntansi dan Manajemen STIE IBBI. Selain itu hadir pula beberapa sivitas akademika dari STIE-STMIK IBBI.



« Back to News